Bismillahirrahmanirrahim…
Sebelum
membaca, pesan ini berasal dari You Tube yang mengajarkan banyak hal yang
bermanfaat. Penulis merubah dari video menjadi sebuah tulisan. Dan semoga
bermanfaat bagimu Pengguna media Sosial
Ada
seorang yang tetap eksis di Sosial Media, meskipun Ia tak memiliki akun e-mail.
Ia sangat disayangi oleh Sahabatnya dan di segani oleh musuhnya. Ia adalah
sebaik manusia, dan bergelar al-Amin atau yang dapat dipercaya.
Memiliki
banyak pengikut, tanpa memiiki akun Twitter. Banyak yang menyukai akhlaknya,
meskipun ia tidak pernah membuat status untuk dilike. Banyak menjadi fansnya, meskipun Ia tidak memiliki
website maupun fanspage. Banyak yang mempelajari kehidupan Beliau, meskipun ia
tidak pernah menuliskan catatan dirinya di Blog. Banyak manusia yang mengenal dirinya,
meskipun Ia tidak eksis di You Tube. Banyak yang ingin bermimpi, bertemu dan
melihat wajahnya , meskipun Ia tidak memiliki akun instagram. Banyak yang ingin
tau tentang dirinya, meskipun Ia tak dapat langsung menjawab seperti ask.fm.
Siapakah
Beliau? Beliau adalah Baginda Rasulullah ﷺ
.Ketika waktu itu dapat melakukan shalat sampai kedua kaki Beliau bengkak,
sedangkan Kita sebagai ummatnya sampai baterai gadget sudah habis masih betah
di sosial media. Yang memiliki sifat Agung, Mulia, dan Luhur akhlaknya. Ia
selalu menyebar pesan kebaikan dan menasehati. Tak seperti Kita yang suka
memposting hal yang tidak bermanfaat bagi Kita, apalagi kepada orang lain.
Rasulullah
ﷺ pada usia 6 hingga10 tahun, sudah bisa
berdagang. Sedangkan Kita pada usia tersebut sedang main game apa? Saat usia 11
hingga 18 tahun, Ia sudah menjadi entrepreneur muda di bidang ekspor dan impor.
Sedangkan Kita? Baru buat e-mail sama dikasih smart phone dari orang tua sudah
bangga banget dan gaya banget.
Di
usia 25 tahun, Beliau melamar Siti Khadijah dan menikahinya dengan mahar 120
ekor unta merah. Unta merah adalah kendaraan terbaik pada kala itu di Jazirah
Arab. Kalau dihitung dengan rupiah, kira-kira sekitar 180 Miliyar. Lalu Kamu
bangga dengan status bohongan di media sosial? Menikah kok di Facebook?
Tunangan kok di Facebook?.
Banyak
orang yang meretweet akhlak mulia Rasulullah ﷺ
, meskipun Kita tidak bisa sempurna mengikuti akhlak Beliau. Banyak sekali yang
broadcast pesan beliau, meskipun Beliau tidak memiliki akun Blackberry ataupun
WhatsApp. Rasulullah ﷺ
menyuruh umatnya untuk bertebaran mencari rizki yang berkah dan barokah. Bukan berlama-lama
di Facebook.
Baginya dunia ini perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shaliha. So, muslimah tanpa perlu mengupload kecantikan aurat di Instagram. Dirimu tetap perhiasan dunia.
Rasulullah
ﷺ mengajarkan kepada Kita untuk tidak
mencela orang muslim, tapi mengapa sekarang suka komentar sinis kepada teman
Kita. Jika menasehati Beliau memilih untuk berbicara langsung di tempat sunyi,
sedangkan saat ini mengutarakan apa yang tidak pantas ke dalam komentar agar
dilihat banyak orang.
Banyak
yang ingin berjumpa dengan Beliau untuk melepas rindu, karena Mereka tidak dapat
dilakukan di Skype. Kita semua mengetahui Maulid Nabi, meskipun tanggal
Miladnya tidak ada di akun Facebook. Dan ketika Ia dihujat oleh teman yang
buruk, Ia bersabar dan terus berdo’a mohon ampun. Tidak langsung unfriend,
block, atau delete kontak.
Mengawali
pagi hari dengan Ibadah, berdzikir, dan memohon ampun. Meskipun Ia dijamin
masuk Surga, sedangkan kita? Tidak seperti Kita. Ketika bangun langsung buka chat
pm, time line dan notification. Ia menutup hari dengan mengampun atas dosanya,
tanpa membuat status, pm, tweet, dan snapgram. Kalau Ia ingin istirahat dan
tidur.
Saking
dicintai oleh Para Sahabatnya, banyak Sahabat Rasul yang mengancam akan
membunuh. Orang yang mengatakan bahwa dirinya telah wafat. Lalu kalau Kita
mati, ada yang menjamin ribuan teman di Facebook, follower di tweeter, dan fans
Kita akan menemani Kita di Alam Kubur. Ketika Ia berada di ujung nafas
hidupnya, Ia mengingatkan Kita,”Umatku…Umatku… Umatku…” Sedangkan Kita masih
semapat buat status,”Mau mati nih.”
Ingin
melihat video lebih lanjut, maka klik link ini..
________________________________________________________________
Solo,
26 Februari 2019

Bener.. banyak yg seenak nya kalo komen di medsos.. miris
BalasHapus