5

Please, JagaJarak! Bukan Dekatkan Jarak – Ok, kali ini Saya akan menjelaskan mengapa harus jaga jarak? Bukan mendekatkan jarak. Karena jarak akan mendekatkan mata turun ke hati.


Dengan mendekatkan jarak kepada lawan jenis yang bukan mahrammu. Akan membuat satu langkahmu menuju zina. Percaya atau tidak? Kalau belum percaya jangan praktik, namun perhatikan sekitarmu yang duduk bersebelahan dengan temannya. Masihkah ada rasa ingin dekat atau jauh? Jika merasa jauh, maka membantumu dalam menjahuhi zina.

Mengapa tidak mendekatkan jarak? Karena dari jarak dekatmu kepadaku, membuatku hati ini berdebar semakin cepat. Seperti suara piston mobil saat melaju dengan cepat. Itulah suara hati bila aku berjumpa denganmu, saat nafsu melabuhi pikiranku. Sehingga cukup jarak diantara kita.

Saat dirimu melabuhi pikiranku, hingga wajahmu selalu terbayang olehku. Dan dirimu pun beragumen bahwa
“Kamu kenapa sih jaga jarak denganku? Sampai Aku sentuh Kamu, dan Kamu langsung menghindar.Kan Kita hanya teman dekat saja, bukan orang yang sedang  pacaran.
Percayalah, dari sanalah Aku meragukan dirimu untuk menjadi sosok spesial. Karena dirimu menganggapku sebagai teman dekat, bagaikan Friend Zone yang kehadirannya tak selalu diabadikan. Dan dari dekatlah, Aku takut langkahku menuju tusuk besi yang panas. Bagaimana Aku bahagia denganmu? Jika dirimu belum menjadi sosok yang halal untukku.

“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211.)
Dari hadits ini saja sudah menjelaskan bahwa begitu kerasnya ancaman perbuatan tersebut. Yang dimaksudkan diancam dalam hadits di atas adalah menyentuh wanita. Sedangkan, bila Aku bersalaman atau bejabat tanganmu saja sudah termasuk dalam perbuatan menyentuh. Lalu bagaimana Aku bisa Bahagia? Maka jaga jarak yuk.

Bagaimana Aku bahagia denganmu? Jika Aku melihatmu saja menimbulkan syahwat. Apalagi dekat padamu saja dapat menyentuh dan bersalaman, tentu godaannya lebih berat daripada pandangan mata. seperti Dilan yang berat jika jauh dengannya, karena belum memakai label halal. Mungkin Dilan akan segera menghalalkanmu dengan menemui orang tuamu.

Namun, bolehkah Aku mendekatkan kepadamu sekali saja melalui media sosial. Dengan begitu Aku bisa mendekatkanmu tanpa ada sentuhan sama sekali. Meskipun tanpa ada sentuhan saja dapat menimbulkan zina hati, yang menimbulkan perasaan yang tak diperlukan. Bagaimana Aku bahagia? Jika dari emoticonmu saja membuatku semakin takut.

Mengapa dirimu selalu jaga jarak, meski melalui media sosial saja? Karena dengan meringankan satu perkara saja, sudah menimbulkan ribuan cara syaitan menghasut manusia untuk berbuat zina. Bagaimana Aku bahagia? Jika Aku mengikuti langkahmu saja, syaitan sudah melakukan cara agar manusia tidak peduli dengan syariat islam. Maafkan diriku jika tak sesuai denganmu, maka ikutilah pesan untuk pengguna media sosial.

Mengapa Aku takut dekat kepadamu? Karena, ketika Allah melarang Pacaran. Pas Aku disakiti akan menangis dan mengadu.”Yaa Allah, cobaan apa ini? Kenapa harus Aku?” Pada siapa Aku mengadu? Apakah Aku pantas mengadu seperti itu? Sedangkan Aku mengadu pada hal yang buruk dihadapan Allah.

Jika Aku dekat kepadamu, apakah Kamu akan siap dengan panasnya neraka? Sedangkan, panas dunia saja sering mengeluh dan mengadu kepada Allah agar memberikan awan. Sebagai pelindung dari panas, atau pohon yang rindang.



Maka, Aku mohon padamu.”Please, Jaga Jarak! Jangan dekati jarak.” Karena aku ingin menemukan kebahagian yang diridhai oleh Allah bukan kepadamu. Kamu hanyalah manusia sama sepertiku yang akan mencari pilihan sendiri antara dekat dengan jarak, atau menjauhi jarak. Hidup adalah pilihan.

Posting Komentar

  1. Wah,, barakallah Nanauu,,, semangat nulis terus Naauu

    BalasHapus
  2. Masyaa Allaah semangat selalu berkarya ka nauu 😊💖

    BalasHapus
  3. dengan dalih teman, terkadang kita suka lupa akan jarak yaa. Terima kasih remindernya, Nau :)

    BalasHapus
  4. selalu motivasi lagi dan lagi kak

    BalasHapus

Silahkan menyapa, jika ada salah kata maka komentarlah
Karena sangat bermanfaat bagiku untuk memperbaiki
Saya ucapkan terima kasih :D

 
Top