Bunda… Izinkan
Aku bercadar…
Ayah…
Izinkan Aku bercadar…
Kakak…
Izinkan Aku bercadar…
Meskipun,
Aku menjadi orang terasing di mata masyarakat, bahkan di keluarga besar Kita. Meskipun,
akan datang hujatan yang Aku terima, namun Aku akan kuat dan tegar
menghadapinya. Insyaa Allah.
"Akan datang satu zaman kepada manusia, ia yang berpegang teguh kepada Agamanya ditengah mereka ibarat menggenggam bara api." (H.R. Tirmidzi)
"Orang yang berpegang itu akan mendapat pahala 50 orang yang mengamalkan sunnah itu." (H.R. At-Tirmidzi)
Sekali lagi, izinkan Aku bercadar...
Meskipun akan ada yang bilang Aku mirip ninja atau teroris, atau bahkan mengikuti kehidupan Arab. Tapi, ketahuilah, bahwa Mereka hanya mengolok-olok syari'at agama Islam. Bukankah istri-istri Rasulullah pun memakai cadar?
"Kami menutup wajah-wajah kami dari pandangan kaum laki-laki (ajnabi) dan kami menyisir rambut kamu terlebih dahulu sebelum melakukan ihram)." (H.R. Bukhari dan Muslim)
Ketahuilah, bahwa Aku ingin bercadar karena mengikuti Ummul Mukminin. Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, ia berkata :
"Ada pengendara melewati kami, sedangkan kami telah berihram dengan Rasulullah, apabila pengendara tersebut melewati kami, maka masing-masing menutup jilbab kami dari kepalanya, agar menutupi wajah kami dan ketika mereka berlalu, maka kamipun membukanya kembali." (H.R. Ahmad)
Izinkan Aku bercadar, karena Aku tau fitnah terbesar adalah fitnah wanita dan wajah inilah titik utama yang dapat menimbulkan fitnah. Dan Aku ingin bercadar karena aku ingin menundukkan pandangan.
"Dan katakanlah kepada wanita-wanita muslimah hendaknya mereka menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka." (Q.S. An-Nuur : 31)
Maka izinkanlah
Aku bercadar, keluargaku.

Posting Komentar
Silahkan menyapa, jika ada salah kata maka komentarlah
Karena sangat bermanfaat bagiku untuk memperbaiki
Saya ucapkan terima kasih :D