0


Kebijaksanaan itu seperti toko, semua itu gratis. Yang diperlukan maka diambil, jika tidak diperlukan maka jangan ambil. Kenapa? Karena memberatkan. Nasehat pun sama, ada seseorang yang menasehati kita. Seperti,”berbuat jujurlah, karena jujur mendekatkan ketenangan”. Dengan spontan pasti nggak setuju dengan nasehat tersebut,”Lu, nuduh gue ya.” Terbawa perasaan.


Dakwah pun sama, dakwah itu adalah bagaimana cara seni kita mencintai orang. Atau bahan bakar dari dakwah adalah cinta. Maka kita harus tahu sebagai pendakwah, mulai dari titik ini terlebih dahulu. Titik yang bahwa apa yang kita lakukan mendekatkan kepada Allah. Maka Allah itu menyuruh kita peduli pada manusia. Pemahaman dasar seorang Pendakwah, dakwah itu agar mencintai manusia dan pingin kebaikan manusia.

Maka apa yang kita punya baik dari al Qur’an dan as Sunnah, maka berikan kepada manusia. Dan berharap agar ada kebaikan dari al Qur’an dan as Sunnah. Seperti al Qur’an dan as Sunnah yang telah memberikan pula.
Merasa tidak bila saat taat kepada Allah, merasa tenang? Ketenangan ini pun tidak bisa diprofit oleh materi, karena ada yang mendapatkan materi belum tentu tenang. Tapi, ketika mendapatkan agama, mengetahui siapa dirinya, dan mengetahui kehidupan setelahnya. Contoh bila kamu menjadi non muslim dan dikabarkan bahwa hidup tak lama lagi. Maka apa yang akan dilakukan?


Dan bagaimana jika kamu muslim, mengerti akan kehidupan selanjutnya, dan hidup tak lama lagi. Apa yang akan dilakukan? Tentunya lebih semangat lagi untuk berbuat baik, tidak hanya pencitraan di mata orang. Gimana agar bukan cucu kamu tidak hanya mengambil kebaikanmu? Bukan hanya mengenal saya seorang baik? Di dalam islam hanya ada satu yaitu amal jariyah. Dakwah. Itu yang membuat kita berdakwah.

Karena kita benci akan kehidupan setelah mati, karena kita benci yang kemungkinan memiliki dosa banyak, dan karena kita benci kemungkinan berakhir di neraka. Naudzubillah. Maka kita selalu berbuat dan berpikir,”Bagaimana cara agar bermanfaat buat saya, keluarga, teman, dan sekitarnya? Dan bermanfaat hingga selamanya.” Maka dibuatlah video, buatlah masjid, mencoba membenahi kedhaliman yang ada dan sebagainya.  Supaya apa? Dakwah itu tidak memberikan kepada diri kita sendiri, namun diberikan kepada semua orang.

Karena itulah seorang pendakwah itu tidak pernah komplain segala sesuatu, tidak pernah komplain ketika dihina, tidak pernah komplain ketika sudah kehilangan waktu mereka dan tidak pernah komplain kehilangan harta mereka. Karena mereka tau,setiap yang mereka lakukan itu akan bermanfaat dan akan ditukar dengan hal yang berharga. Yaitu adalah? Surga.

Maka dari situlah bila sudah paham, akan bagaimana basic dalam dakwah. Mencintai manusia, takut di Yaumil Qiyamah menjadi orang merugi, dan kita berdakwah seperti ini. Maka tidak ada satu pun orang yang menghentikan dalam dakwah, kecuali pemahamannya berubah. Kalau pemahaman berubah, maka dikit demi sedikit akan mementingkan dunianya, dikit demi sedikit memanfaatkan jama’ahnya, dan dikit demi sedikit takut menyatakan kebenaran. Ini menjadi masalah.

Dakwah itu orang tidak punya komplain. Yang menjadi pertanyaan,”Apakah semua orang senang dikasih tau yang baik?” Jawabannya nggak. Siapa yang terganggu bila dikasih tau yang baik di zaman Nabi?  Jawabannya Abu Jahal, Abu lahab. Mengapa mereka merasa terganggu? Karena kenikmatan mereka diambil setelah diterapkan syariat/keadilan. Maka kedhaliman akan hilang.

Itulah resiko dalam dakwah, maka dakwah itu tidak sendiri. Karena ulama terdahu berdakwah juga pernah mengalaminya. Pertanyaannya adalah masih berdakwah atau tidak?

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

Silahkan menyapa, jika ada salah kata maka komentarlah
Karena sangat bermanfaat bagiku untuk memperbaiki
Saya ucapkan terima kasih :D

 
Top