0


Yang terbenak dariku, sosok guru adalah seseorang yang mendidik peserta didik atau siswanya, agar dapat diamalkan oleh orang lain dalam kehidupan. Seperti tanggung jawabnya yang telah diberikan kepadanya. Maka ia harus menjaga dan mendidiknya seperti buah hatinya.


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Guru adalah orang yang pekerjaan, mata pencaharian, dan profesinya adalah mengajar. Bagaimana perbedaan dengan seorang Ibu? Bukankah ia juga termasuk dalam mengajar anaknya.

Pada tahun 1945 yaitu ketika Nagasaki dan Hiroshima dibom atom oleh sekutu. Seseorang yang diutamakan dalam keselamatannya adalah guru atau pendidik. Agar semakin bertambahnya zaman, semakin bertambah pula generasi yang akan meneruskan kehidupan. Karena pada dasarnya harta yang bisa bertahan dan berharga adalah ilmu.

Pendidikan pada zaman Nabi Muhammad SAW, beliau sangat memeperhatikan pendidikan islam pada umatnya. Hingga beliau terus menerus mengembangkan kepentingan pendidikan. Beliau melakukannya setelah mendapat perintah Allah SWT dalam surah Al-Mudatsir ayat 1 hingga 7. Yang isinya, sebagai berikut


1.)    Hai orang yang berkemul (berselimut),
2.)    Bangunlah, lalu berilah peringatan!
3.)    Dan Tuhanmu agungkanlah!
4.)    Dan pakaianmu bersihkanlah,
5.)    Dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
6.)    Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
7.)    Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah .
(QS.Al-Mudatsir-1-7)

            Dari ayat ini menjelaskan pada zaman Nabi Muhammad SAW, dalam  mengatasi masalah pendidikan sangatlah tidak mudah. Apalagi pada masa itu,kemampuan membaca dan menulis sangat minim. Maka Beliau mengambil tawanan perang menjadi seorang  pendidik bagi para sahabat Nabi dan umat Islam yang masih buta aksara.

            Dengan demikian Beliau memiliki generasi yang berilmu dan dapat menjalankan tugas sebagai khalifah di muka bumi. Bila salah satu seorang kalangan kaum kafir masuk islam, maka ia jadikan sebagi pembesara dikalangan umat muslim. Sehingga mereka dapat memahami islam dengan baik.

            Lalu saat ini, apa arti Guru di dunia? Tidak lain adalah sebagai khalifah di muka bumi, yang menuntun dalam kebeneran dengan taat pada Allah SWT. Namun, apakah sudah tercemin di dunia ini? itu tergantung pada diri sendiri, sebagai guru sudah menjalankan kewajiban dengan baik atau belum. Kalau masih ada keburukan maka perbaikilah, namun bila sudah baik maka tetap memperbaikinya.

            Karena, ilmu sangatlah penting untuk kehidupan di dunia dan di akhirat. Seperti dalam hadits riwayat Bukhari:

Barang siapa yang menginginkan dunia maka harus dengan ilmu, barang siapa yg menginginkan akhirat maka dengan ilmu, dan barang siapa yg ingin keduanya maka harus dengan ilmu. 

Maka hargailah guru seperti, menghargai orang yang lebih tua. Cintailah gurumu, seperti mencintai kedua orang tuamu. Karena mereka sangat berharga untuk kehidupan dunia dan akhirat.

Posting Komentar

Silahkan menyapa, jika ada salah kata maka komentarlah
Karena sangat bermanfaat bagiku untuk memperbaiki
Saya ucapkan terima kasih :D

 
Top