0

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Ketika sedang menulis sesuatu, pernah tidak ada rasa ingin berhenti. Rasanya percuma saja, sudah nulis banyak-banyak. Namun, tiada hasil karya yang tidak diterima. Atau, ketika sedang bekerja sangat berat. Namun, tiada hati yang membuatnya bahagia dengan pekerjaannya. Rasanya mau mundur dari pekerjaan tersebut.

“Skripsi, salah mulu dari kemarin. Mana dosennya nggak datang.”
“Udah, kerjain aja terus hingga maksimal. Dan jangan lupa banyak do’a pada Allah, agar dibantu oleh pertolongannya.”
“Tetep aja, nggak berubah. Kalau gini, lebih baik nggak kuliah.”

Pernah mengalami? Seakan Allah tu nggak mengabulkan apa yang diinginkan, sehingga menjadi putus asa. Atau belum mencobanya, sudah berputus asa. Padahal dalam firman Allah Surah Yusuf ayat 87, yang artinya.
... Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (QS. Yusuf: 87)

Bila berputus asa dari rahmat Allah merupakan hal yang sangat dibenci oleh Allah Swt dan sekaligus memperingatkan agar manusia jangan sampai berputus asa dari rahmat-Nya. Karena sifat ini akan menghancurkan segala harapan yang akan anugerah Allah.
Masalah ini mengakibatkan munculnya banyak dosa besar dan berpaling selama-lamanya dari Allah. Orang yang biasanya tidak punya harapan akan pemberian Allah, maka akan menutup pintu taubat bagi dirinya sendiri dan setiap harinya ia akan semakin jauh dari-Nya. Sehingga dalam firman-Nya banyak menasehati agar tidak berputus asa.
Cobalah dulu sebelum berkeluh kesah, tetaplah berusaha meski tiada henti cobaan yang menghadang. Janganlah berhenti di jalan, tetaplah berusaha. Dan tetaplah berdo’a kepada Allah, agar mendapat petunjuk. Maka terciptalah umat yang pantang menyerah, sebelum berususaha.


Posting Komentar

Silahkan menyapa, jika ada salah kata maka komentarlah
Karena sangat bermanfaat bagiku untuk memperbaiki
Saya ucapkan terima kasih :D

 
Top