0

Paling hits saat ini adalah masa menginjak masa sekolah, dimana mereka merasakan ilmu, berpacaran, bersenang-senang, dan masih banyak lagi. Semakin tinggi kegiatan belajar murid, sekolah tentunya mengharapkan semakin baik hasil belajarnya dan semakin rendah masalah yang dimilikinya. Namun ini berubah ketika kurangnya etika yang dimiliki murid terhadap gurunya.

Bagaimana bisa berkurang etikanya? Kini kalau belum mengganggu gurunya belum hits, sampai terjadi perkelahian. Bila muridnya dihukum oleh gurunya, mereka melapor kepada orang tuanya. Dan sebagai orang tua yang sayang anaknya tentu tidak hanya diam, mereka akan melapor pada yang berwajib. Atas apa yang dilakukan guru tersebut, padahal yang salah adalah murid.

Atau dalam menuntut ilmu, murid mendesak gurunya agar keluar dan tidak mengajar di kelas tersebut. Karena bagi murid kalau jam kosong adalah hal yang dinantikannya, apalagi kalau membosankan dan selalu membuat tugas. Dan paling diam itu ketika ada guru killer. maksudnya diam-diam niat jahil pada guru, karena tidak tahan dengan gurunya.

Faktor lain adalah media elektronik yang seharusnya tidak boleh dibawa, namun tetap membawa. Tidak lain adalah handphone, atau bisa disebut dengan setan gepeng. Kenapa setan gepeng? Karena ia adalah faktor yang sangat besar dalam menghasut manusia, apalagi bagi pelajar. Tentunya dalam semenit atau lebih parahnya sedetik, mereka tidak tahan ingin pegang handphone.


Sebaiknya yang dilakukan murid dalam menuntut ilmu adalah dengan beradab, seperti:
Yang pertama, dalam menuntut ilmu harus ikhlas
Dalam menuntut ilmu kita niatnya untuk apa? Jangan biarkan menuntut ilmu, karena ingin menjadi terkenal, pamer atas ilmunya, ingin dekat sama dia, dan masih banyak lagi. Menuntut ilmu harus ikhlas karena Allah. Dengan niat hanya karena Allah, ilmu yang didapat akan menjadi berkah dan bermanfaat.
 “Padahal mereka tidak disuruh kecuali agar beribadah hanya kepada Allah dengan memurnikan ketaatan hanya kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan memurnikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah:5)
Kedua, memohon ilmu yang bermanfaat dengan berdo’a pada Allah
Bila menuntut ilmu yang bermanfaat, jangan berhenti untuk memohon kepada Allah. karena Allah tempat memhon pertolongan, agar ilmu yang didadapat menjadi berkah dan diberikan petunjuk yang benar. Dan  Rasul Allah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk selalu memohon ilmu yang bermanfaat hanya kepada Allah dan berlindung kepadaNya dari ilmu yang tidak bermanfaat.

Ketiga, Menjauhkan diri dari hal maksiat dengan bertaqwa kepada Allah
Dengan banyaknya melakukan maksiat, itu membuat terhalangnya seseorang dalam menuntut ilmu yang bermanfaat. Karena banyaknya yang ia perbuat dalam dosa dan maksiat, akan menghalangi ilmu yang bermanfaat, rusaknya hati, merusak kehidupannya dan masih banyak lagi.

Hargailah gurumu, seperti menghargai orang tua.
Sayangilah gurumu, seperti menyayangi orang tua.
Dengan begitu Allah meridhai, apa yang didapat.



Posting Komentar

Silahkan menyapa, jika ada salah kata maka komentarlah
Karena sangat bermanfaat bagiku untuk memperbaiki
Saya ucapkan terima kasih :D

 
Top