Paling hits saat ini adalah masa
menginjak masa sekolah, dimana mereka merasakan ilmu, berpacaran,
bersenang-senang, dan masih banyak lagi. Semakin tinggi kegiatan belajar murid,
sekolah tentunya mengharapkan semakin baik hasil belajarnya dan semakin rendah
masalah yang dimilikinya. Namun ini berubah ketika kurangnya etika yang
dimiliki murid terhadap gurunya.
Bagaimana bisa berkurang etikanya?
Kini kalau belum mengganggu gurunya belum hits, sampai terjadi perkelahian. Bila
muridnya dihukum oleh gurunya, mereka melapor kepada orang tuanya. Dan sebagai
orang tua yang sayang anaknya tentu tidak hanya diam, mereka akan melapor pada
yang berwajib. Atas apa yang dilakukan guru tersebut, padahal yang salah adalah
murid.
Atau dalam menuntut ilmu, murid
mendesak gurunya agar keluar dan tidak mengajar di kelas tersebut. Karena bagi
murid kalau jam kosong adalah hal yang dinantikannya, apalagi kalau membosankan
dan selalu membuat tugas. Dan paling diam itu ketika ada guru killer. maksudnya
diam-diam niat jahil pada guru, karena tidak tahan dengan gurunya.
Faktor lain adalah media
elektronik yang seharusnya tidak boleh dibawa, namun tetap membawa. Tidak lain
adalah handphone, atau bisa disebut dengan setan gepeng. Kenapa setan gepeng? Karena
ia adalah faktor yang sangat besar dalam menghasut manusia, apalagi bagi
pelajar. Tentunya dalam semenit atau lebih parahnya sedetik, mereka tidak tahan
ingin pegang handphone.
Sebaiknya yang dilakukan murid dalam menuntut
ilmu adalah dengan beradab, seperti:
Yang pertama, dalam menuntut ilmu harus ikhlas
Dalam menuntut ilmu kita
niatnya untuk apa? Jangan biarkan menuntut ilmu, karena ingin menjadi terkenal,
pamer atas ilmunya, ingin dekat sama dia, dan masih banyak lagi. Menuntut ilmu harus
ikhlas karena Allah. Dengan niat hanya karena Allah, ilmu yang didapat akan
menjadi berkah dan bermanfaat.
“Padahal mereka tidak
disuruh kecuali agar beribadah hanya kepada Allah dengan memurnikan ketaatan
hanya kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka
mendirikan shalat dan memurnikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang
lurus.” (QS. Al-Bayyinah:5)
Kedua,
memohon ilmu yang bermanfaat dengan berdo’a pada Allah
Bila menuntut ilmu yang bermanfaat, jangan berhenti untuk memohon
kepada Allah. karena Allah tempat memhon pertolongan, agar ilmu yang didadapat
menjadi berkah dan diberikan petunjuk yang benar. Dan Rasul Allah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan
untuk selalu memohon ilmu yang bermanfaat hanya kepada Allah dan
berlindung kepadaNya dari ilmu yang tidak bermanfaat.
Ketiga,
Menjauhkan diri dari hal maksiat dengan bertaqwa kepada Allah
Dengan banyaknya melakukan
maksiat, itu membuat terhalangnya seseorang dalam menuntut ilmu yang
bermanfaat. Karena banyaknya yang ia perbuat dalam dosa dan maksiat, akan menghalangi
ilmu yang bermanfaat, rusaknya hati, merusak kehidupannya dan masih banyak
lagi.
Hargailah gurumu, seperti menghargai orang
tua.
Sayangilah gurumu, seperti menyayangi orang
tua.
Dengan begitu Allah meridhai, apa yang
didapat.
Posting Komentar
Silahkan menyapa, jika ada salah kata maka komentarlah
Karena sangat bermanfaat bagiku untuk memperbaiki
Saya ucapkan terima kasih :D