Sukabumi adalah tempat di mana
orang tua dan kedua kakakku pernah singgah, termasuk di mana kelahiran bayi
perempuan yang manis. Namun kedua orang tuaku bukan asli Jawa Barat, tempat
yang penuh tumbuh-tumbuhan yang menghijau. Melainkan salah satu kota di Jawa
Tengah, Sukabumi hanyalah tempat sementara.
Tumbuh dan berkembang di sini,
kurang lebih enam tahun. Rasanya sangat cepat, dan penuh kenangan. Kenangan awal
bermulai dari salah satu teman di Taman Kanak-Kanak, ada yang menggangguku. Dari
keterampilan yang diambil olehnya, menjaili dan masih banyak lagi yang ia
lakukan. Hanya ada hasil keterampilan milik dia, dan rasa sakit yang tersisa.
Tidak hanya itu, pada umur lima
atau enam tahun saat jatuh dari sepeda, karena balapan dengan kakak kedua. Tiba-tiba
aku terjatuh dan kepalaku berdarah mengenai jalan aspal. Yang teringat pertama
kali kaget adalah kakakku, dan spontan memanggil orang tuaku.
Saat sore menjelang petang, dalam
keadaan listrik mati. Ayah lari sambil membopong diriku ke tempat kesehatan
terdekat, yang terdekat adalah Puskesmas. Namun didalamnya hanyalah ada bidan
dan beberapa perawat. Kemudian mereka melakukan tindakan operasi padaku.
Kedua orang tuaku sebenarnya
tidak tega, melihat keadaanku yang penuh dengan darah di kepala. Namun karena
keadaan listrik mati, salah satu diantara ibu atau ayah yang memegang senter
untuk menerangi dan membantu operasi. Rasa menusuk pun mulai terasa, kemudian
aku tidak sadar apa yang terjadi setelah itu.
Dari kejadian itu, mungkin
kepekaan terhadap bau tidak terasa. Hanya bisa bau yang menyengat, seperti
minyak kayu putih, minyak kapak, cabai, dan lainnya yang menyengat. Selain itu
tidak terasa olehku. Hal itu membuat ejekan, aneh dan kasihan padaku. Ejekan ketika
ada yang kentut, aku diam saja dan tidak menutup hidung. Ada yang menuduh dan
menganggap aku aneh atau jorok.
Mungkin bisa disembuhkan, namun
hingga kini tiada tindakan apapun. Karena aku diam saja, atau mungkin karena
biaya yang tidak murah. Sehingga aku tidak memaksa untuk segera disembuhkan,
namun semakin lama terasa “mengapa aku berbeda?”.
Sakit? Jawabannya tentu saja,
karena masih banyak lagi kejadian menyakitkan dan merisak “bully”. Hingga bila
dibayangkan rasanya mau terbang. Melepaskan kesakitan sendiri, hanya Allah
tempat sebaik tempat memohon perlindungan dan segala obat rasa sakit.
Posting Komentar
Silahkan menyapa, jika ada salah kata maka komentarlah
Karena sangat bermanfaat bagiku untuk memperbaiki
Saya ucapkan terima kasih :D