Orang tua adalah awal mula dari pendidikan, setelah itu
akan fokus pada sekolah. Yang akan mengantarkan anaknya menjadi anak yang cerdas
dan cepat dalam bekerja. Tidak hanya orang tua yang awam, namun tokoh agama dan
da’i yang menginginkan anaknya menjadi generasi selanjutnya. Maka tidak heran
kalau ada yang menyekolahkan anaknya pada pendidikan umum yang tidak jelas
aqidah daripada menyekolahkan di pesantren.
Bahkan mereka merasa hati-hati atau merasa was-was bila
anaknya tidak diterima di sekolah umum. Merasa khawatir bila masa depannya
suram, tidak menjadi sarjana, tidak menjadi pegawai negeri, dan masih banyak
alasan lainnya. Atau merasa dengan
menyekolahkan di umum, anaknya bisa merasakan dunia luar yang belum pernah
dirasakan.
Itulah kondisi umat dalam menyekolahkan anaknya, bahkan
ada yang sampai memarahi anaknya, menuntut dan tidak memberi apa yang
diinginkan kepada anaknya. Bila anaknya putus dari sekolah dan kuliah, karena
anaknya menginginkan memilih sekolah di pesantren. Dan bila anaknya mereka
menolak, maka akan dianggap sebagai anak durhaka.
Orang tua akan lebih memikirkan masa depan anaknya
menjadi generasi yang cerdas, daripada menanyakan mengapa anaknya memilih
keluar dari sekolah umum atau bangku kuliah. Bahkan bisa jadi bila itu anaknya,
maka akan diusir dari rumah.
Apalagi yang tiba-tiba anaknya pulang dengan penampilan
yang syar’i. Seperti putranya memakai celana yang isbal dan memanjangkan
jenggot, dan putrinya memakai cadar atau berpakaian lebar. Orang tua akan
menuduh bahwa mengikuti aliran keras, karena orang tua merasa malu pada
anaknya.
Posting Komentar
Silahkan menyapa, jika ada salah kata maka komentarlah
Karena sangat bermanfaat bagiku untuk memperbaiki
Saya ucapkan terima kasih :D