0

Orang tua adalah awal mula dari pendidikan, setelah itu akan fokus pada sekolah. Yang akan mengantarkan anaknya menjadi anak yang cerdas dan cepat dalam bekerja. Tidak hanya orang tua yang awam, namun tokoh agama dan da’i yang menginginkan anaknya menjadi generasi selanjutnya. Maka tidak heran kalau ada yang menyekolahkan anaknya pada pendidikan umum yang tidak jelas aqidah daripada menyekolahkan di pesantren.
Bahkan mereka merasa hati-hati atau merasa was-was bila anaknya tidak diterima di sekolah umum. Merasa khawatir bila masa depannya suram, tidak menjadi sarjana, tidak menjadi pegawai negeri, dan masih banyak alasan lainnya.  Atau merasa dengan menyekolahkan di umum, anaknya bisa merasakan dunia luar yang belum pernah dirasakan.
Itulah kondisi umat dalam menyekolahkan anaknya, bahkan ada yang sampai memarahi anaknya, menuntut dan tidak memberi apa yang diinginkan kepada anaknya. Bila anaknya putus dari sekolah dan kuliah, karena anaknya menginginkan memilih sekolah di pesantren. Dan bila anaknya mereka menolak, maka akan dianggap sebagai anak durhaka.
Orang tua akan lebih memikirkan masa depan anaknya menjadi generasi yang cerdas, daripada menanyakan mengapa anaknya memilih keluar dari sekolah umum atau bangku kuliah. Bahkan bisa jadi bila itu anaknya, maka akan diusir dari rumah.
Apalagi yang tiba-tiba anaknya pulang dengan penampilan yang syar’i. Seperti putranya memakai celana yang isbal dan memanjangkan jenggot, dan putrinya memakai cadar atau berpakaian lebar. Orang tua akan menuduh bahwa mengikuti aliran keras, karena orang tua merasa malu pada anaknya.


Posting Komentar

Silahkan menyapa, jika ada salah kata maka komentarlah
Karena sangat bermanfaat bagiku untuk memperbaiki
Saya ucapkan terima kasih :D

 
Top