بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Untuk mengetahui cerminan diri sendiri, memang sangat
mudah. Dengan melihat bersama siapa saja sering bergaul,maka disitulah akan
menemukan cerminan diri sendiri. Seperti yang pernah dipaparkan oleh Rasulullah
Shallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda :
“Seorang mukmin cerminan
dari saudaranya yang mukmin”
Bila seseorang biasa berkumpul dengan temannya yang suka
main tengah malam di sebuah tempat minum khamr, maka kurang lebih dia akan seperti
itu. Begitu dengan sebaliknya, bila dia suka berkumpul dengan teman shalih dan
shalat berjama’ah di masjid, maka kurang lebih juga akan seperti itu.
Allah pun telah menciptakan ruh dan menciptakan
sifat-sifat khusus yang dimiliki ruh tersebut. Di antara sifat ruh adalah bahwa
dia tidak mau berkumpul dan bergaul dengan selain jenisnya.
“Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkumpul (berkelompok). (Oleh
karena itu), jika mereka saling mengenal maka mereka akan bersatu, dan jika
saling tidak mengenal maka akan berbeda (berpisah)”.
Sehingga teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa
dianggap remeh dan tidak asal pilih. Dala islam pun telah mengajarkan agar
tidak salah dalam memilihnya. Dan teman pasangan hidup pun tidak asal yang
penting nikah muda, namun ada menikah dengan tepat dan diridhai oleh Allah yang
Maha Penyayang. Tiada kasih sayang melebihi Allah yang diberikan kepada
hamba-Nya.
Dapat dipastikan bahwa seorang teman sangat memiliki
pengaruh yang sangat besar terhadap temannya. Bisa mempengaruhi agama, kebiasaan,
perilaku, dan sifat yang dimiliki seseorang. Maka dalam memilih teman yang
baik, maka carilah teman yang memiliki :
a. Taat dalam beribadah dan menjauhi perbuatan
maksiat.
Seperti dalam
Surah al Kahfi ayah 28, yang artinya :
Sabarkanlah
dirimu bersama orang-orang yang berdoa kepada Allah, pada waktu pagi dan
petang, (yang mereka itu) menginginkan wajah-Nya [al-Kahfi/18: 28]
b. Teman yang suka menasehati dalam kebaikan
Meskipun cara
menasehatinya berbeda-beda, itulah cara mereka menginginkan temannya agar
menjadi lebih baik dan tidak mau tersakiti. Ada yang menasehatinya judes,
dengan begitu akan terasa menancap dalam diri dan tidak mau mengulanginya lagi.
c. Dapat berbagi ilmu dengannya
Teman yang
memiliki ilmu banyak, dapat berbagi sesame temannya. Agar tidak masuk ke lubang
yang salah, dan bisa memperbaiki kesalahan yang pernah dilalui.
Kurang lebih miliki teman yang akan mengantarkan menuju
Jannah, bukan yang mengajak ke maksiat. Dan ketika pulang disaat masih maksiat,
akan berbeda rasanya dengan yang memiliki teman yang mengajak ke Jannah.
Posting Komentar
Silahkan menyapa, jika ada salah kata maka komentarlah
Karena sangat bermanfaat bagiku untuk memperbaiki
Saya ucapkan terima kasih :D