0


Orang berilmu lebih utama daripada orang yang selalu berpuasa, shalat dan berjihad. Karena apabila mati orang berilmu, maka terdapatlah kekosongan dalam islam yang tidak dapat ditutup selain oleh penggantinya yaitu orang berilmu juga."
( Umar bin Khattab )

Ayahku adalah sosok yang pekerja keras, ia rela membanting tulang dari pagi hingga malam. Hanya untuk anak-anaknya. Ia hanya berpendidikan hingga Sekolah Menengah Atas. Walaupun begitu, ia tetap pahlawan bagi keluarga.

Ibu adalah sosok pendidik yang sangat membuatku kagum oleh perilaku dan sifatnya. Karena dia membuatku mengerti dari apa yang tidak aku mengerti, yang tidak bisa menjadi bisa dilakukan, tidak berani menjadi berani, dan segala tentangnya adalah ciptaan yang Allah kirimkan untuk ketiga anaknya.

Ia tidak hanya mengajarkan di rumah saja, namun tempat dimana ibu bekerja yaitu sekolah. Dari pendidikan yang bergelar Sarjana Pendidikan jurusan Kimia, kini ia mengajarkan Fisika. Bagaimana bisa dari pendidikan Kimia menjadi Fisika? Itulah kekuasaan Allah, karena-Nya dapat mengubah kehidupan yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Ia mengajarkanku untuk jangan melupakan kehidupa akhirat dengan belajar agama, hingga kini tanggungannya masih berlaku padaku. Anak gadis ketiga atau bungsu dari dua kakak laki-laki. Kedua kakak sudah bekerja dengan pendidikan masing-masing. Sedangkan aku masih belajar di sebuah perguruan tinggi, dengan jurusan Pendidikan Agama Islam.

Jangan mengira bahwa saya dari sebuah pondok atau pesantren, karena itu sebuah penyesalan yang kemungkinan bisa diulang. Hanya bisa diulang bila ada kesempatan kedua di Ma’had, dan ijin dari seseorang yang akan mendidik aku.

Belajar tidak hanya didapatkan di Sekolah atau Universitas saja, melainkan bisa di tempat umum. Seperti, Masjid, Jalan, Alam, Sungai, Tempat Makan, Kantor, dan dimana tempat tujuan yang akan engaku raih. Karena , ilmu sangat luas dari bumi hingga tempat yang mungkin bisa dijangkau oleh tangan dan ragamu.

Aku pun tak hanya bisa berdiam diri dan mendengarkan Pendidik di  Kampus, melaikan kegemaran yang kusukai hingga berkeliling kota. Hanya untuk mendapatkan ilmu, atau tempat dimana bisa mengadu keluh kesah pada Allah. Yaitu perjalanan yang membutuhkan waktu hingga berjam-jam, dan rintangan yang menghadang. Itu semua harus ada ijin dari orang tua yang sangat kucintai.



Posting Komentar

Silahkan menyapa, jika ada salah kata maka komentarlah
Karena sangat bermanfaat bagiku untuk memperbaiki
Saya ucapkan terima kasih :D

 
Top