0


Dunia ini penuh dengan warna hitam putih, dan penuh rintangan didalamnya yang tak pernah terduga. Hingga waktu tiba, kakak saya membawa sahabatnya yang akan menjemputku untuk menjadi pendamping hidupnya.
“Ra.. Haura..!!”
“Iya, kak. Ada apa?”
“Ini ada yang mau ta’aruf.”
“Kenapa kakakku mempercepat pertemuan ini?” dalam hatiku.
“Nah, ini adik kesayangan saya. Sini, duduk disebelah kakak.” Kata kakakku sambil menuntunku ke tempat duduk. “Dik, ini ada sahabat kakak yang namanya Farhan. Dulu pernah kesini, tapi mungkin adik saat itu tidak dirumah. Dan mau silaturahmi dan ta’aruf ceritanya. Ayo farhan, memperkenalkan diri.”
“eee..Assa…lamu..’alai..kum,  hau..ra. eeeh, kak saya..  mau balik dulu ada kepentingan mendadak” kata farhan sambil bersaliman dengan kakakku.
“Wa’alaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh” jawabku sambil tersenyum.
“Lho, baru  saja sampai langsung pergi. Ta’arufnya gimana han?”
“Maaf kak, mungkin lain kali saya kesini. Duluan ya, kak. Assalamu’alaikum..”
“Wa’alaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh” kata kakakku. 
“Maaf ya dik? Sampai tidak jadi saya kenalkan.Tidak seperti biasanya farhan bersikap seperti itu.”
“Tidak apa-apa kak, mungkin bukan jodoh saya. Karna, jodoh itu tidak akan pergi kemana-mana. Dan mungkin juga dia ada acara yang sangat penting, sehingga ia harus pergi.”

Pahit? Tidak aku merasa menjadi bertambah semangat untuk mendekatkanku pada Allah. Karna atas nikmat-Nya saya masih bisa bertahan hidup dan selalu taat pada-Nya. Keesokan harinya, aku menemui sahabatku dan ia bertanya padaku mengenai pertemuan kemarin.
“Ra… Gimana pertemuan kemarin?”
“Tidak jadi salma, dia langsung pamit saat aku duduk disebelah kakakku”
“Ya.. Allah. Segitunya lihat keadaan kamu sekarang ini, sampai ia langsung pergi.”
“Tidak apa-apa sal, mungkin dia bukan jodohku. Sal, kamu merasa ada yang mengawasi kita tidak?”
“Tidak ada, kenapa ra?”
“Setiap hari, aku merasa ada yang mengawasi ku dari jauh dan terkadang ada yang memberi ku hadiah segala.”
“Cieeee….. haura ada pengagum rahasia, itu mulai kapan ra?”
“Mungkin seminggu setelah aku sehat dari kejadian dulu.”
“Jangan-jangan orang yang melukai mu dulu, lalu tidak merasa tidak enak padamu kemudian ia member hadiah itu.”
“Hush, kamu jangan suudzon gitu dulu. Siapa tau itu bukan orangnya gimana?”
“Ya dipikir aja lah zah, tiba-tiba setelah kamu sehat hadiah menghampirimu?”
“Tidak mungkin salma. Ya dah lah saya mau pergi ke perpus dulu”
Dalam perjalanan ke perpus, aku memikirkan perkataan salma yang menurutku ada benarnya. Tapi kalau memang itu benar, tidak mungkin karna bau dari badannya ada di kelas.  Kemudian, aku dikagetkan oleh sesesorang.
“Haura.. Boleh minta waktunya sebentar?”
“Bo.. Boleh. Maaf kamu siapa ya?”
“Sa… Saya Axel”
“Axel??”
“Iya Axel, teman satu kelas dan teman SMP mu dulu yang pindah saat kelulusan.”
“Aa.. Iya saya baru ingat, mau bertanya apa?”
“Bo… boleh pinjam buku catatan mu?”
“Catatan? Saya kan jarang mencatat, axel. Yakin kamu bertanya itu?”
“Iya, aduh maaf haura saya kira kamu mencatat.”
“Kamu bohong, pasti  ada yang lain. Dan aku mau nanya sama kamu. Kenapa kamu mengawasi aku setiap hari?”
“A.. aku tidak mengawasimu. Benar kok haura aku mau pinjam buku catatan”
“Axel jangan bohong, aku tidak marah kalau kamu berkata jujur.”
“Iya aku bohong. Saat aku kembali ke Indonesia, aku tak menduga bahwa kita satu kampus dan satu kelas. Pertama aku biasa saja, namun setelah kamu mengalami kecelakaan itu. Aku mulai merasa suka sama kamu, kamu mau jadi pacarku”
“Maaf axel, aku tidak menerimamu jadi pacarku”
“Kenapa? Ada manusia yang mencintaimu didunia ini?
“Iya yaitu suamiku kelak dan aku juga mencintai Rasulullah SAW. Karna ketika membayangkan Rasulullah saya merasa mempunyai orang tua yang selalu menyayangiku seperti Rasulullah menyayangi orang tuanya. Merasa memiliki keluarga yang sangat ku cintai seperti Rasulullah mencintai keluarganya.Namun terkadang merasa gelap, gelisah bila aku tak menyangi dan menjauhi Rasulullah SAW. Dan dalam agama Islam melarang umat muslim dalam berpacaran”
Kemudian suasana jadi sepi, pria itu terdiam.
“Haura bila suatu saat nanti aku masuk islam, mau kah engkau jadi pendamping ku kelak?”
“Insya Allah, Axel. Bila memang kita berjodoh, kita akan bertemu kembali dalam keadaan yang sah menjadi milikmu
” 

Assalamualaikum kekasih hati..
Assalamualaikum pendamping diri..
Tak pernah ku bayangkan,
 kau tawarkan genggaman mengobati luka di jiwa.
Assalamualaikum cinta sejati..
Assalamualaikum penghias mimpi..
Dari negeri yang jauh, menelusuri waktu.
Kau datang penuhi takdirku.
Kasih.. tak pernah menyerah..
Walau.. ujian datang menyapa.
Cinta.. yang dulu timbulkan luka.
Kini purna berganti cahaya.
Assalamualaikum cinta sejati..
Assalamualaikum kekasih hati..
Dari negeri yang jauh, menelusuri waktu.
Kau datang penuhi takdirku.
Kasih tak pernah menyerah..
Walau ujian datang menyapa.
Cinta.. yang dulu timbulkan luka.
Kini purna berganti cahaya.
Kasih tak pernah menyerah..
Walau ujian datang menyapa..
Cinta yang dulu timbulkan luka,
kini purna berganti cahaya..
Assalamualaikum beijing..


Next
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

Posting Komentar

Silahkan menyapa, jika ada salah kata maka komentarlah
Karena sangat bermanfaat bagiku untuk memperbaiki
Saya ucapkan terima kasih :D

 
Top