Dunia ini
penuh dengan warna hitam putih, dan penuh rintangan didalamnya yang tak pernah
terduga. Hingga waktu tiba, kakak saya membawa sahabatnya yang akan menjemputku
untuk menjadi pendamping hidupnya.
“Ra.. Haura..!!”
“Iya,
kak. Ada apa?”
“Ini ada
yang mau ta’aruf.”
“Kenapa
kakakku mempercepat pertemuan ini?” dalam hatiku.
“Nah, ini
adik kesayangan saya. Sini, duduk disebelah kakak.” Kata kakakku sambil
menuntunku ke tempat duduk. “Dik, ini ada sahabat kakak yang namanya Farhan. Dulu
pernah kesini, tapi mungkin adik saat itu tidak dirumah. Dan mau silaturahmi
dan ta’aruf ceritanya. Ayo farhan, memperkenalkan diri.”
“eee..Assa…lamu..’alai..kum,
hau..ra. eeeh, kak saya.. mau balik dulu ada kepentingan mendadak” kata
farhan sambil bersaliman dengan kakakku.
“Wa’alaikummussalam
warahmatullahi wabarakatuh” jawabku sambil tersenyum.
“Lho,
baru saja sampai langsung pergi.
Ta’arufnya gimana han?”
“Maaf
kak, mungkin lain kali saya kesini. Duluan ya, kak. Assalamu’alaikum..”
“Wa’alaikummussalam
warahmatullahi wabarakatuh” kata kakakku.
“Maaf ya dik? Sampai tidak jadi saya
kenalkan.Tidak seperti biasanya farhan bersikap seperti itu.”
“Tidak
apa-apa kak, mungkin bukan jodoh saya. Karna, jodoh itu tidak akan pergi
kemana-mana. Dan mungkin juga dia ada acara yang sangat penting, sehingga ia
harus pergi.”
Pahit?
Tidak aku merasa menjadi bertambah semangat untuk mendekatkanku pada Allah.
Karna atas nikmat-Nya saya masih bisa bertahan hidup dan selalu taat pada-Nya.
Keesokan harinya, aku menemui sahabatku dan ia bertanya padaku mengenai
pertemuan kemarin.
“Ra…
Gimana pertemuan kemarin?”
“Tidak
jadi salma, dia langsung pamit saat aku duduk disebelah kakakku”
“Ya..
Allah. Segitunya lihat keadaan kamu sekarang ini, sampai ia langsung pergi.”
“Tidak
apa-apa sal, mungkin dia bukan jodohku. Sal, kamu merasa ada yang mengawasi
kita tidak?”
“Tidak
ada, kenapa ra?”
“Setiap
hari, aku merasa ada yang mengawasi ku dari jauh dan terkadang ada yang memberi
ku hadiah segala.”
“Cieeee…..
haura ada pengagum rahasia, itu mulai kapan ra?”
“Mungkin
seminggu setelah aku sehat dari kejadian dulu.”
“Jangan-jangan
orang yang melukai mu dulu, lalu tidak merasa tidak enak padamu kemudian ia
member hadiah itu.”
“Hush,
kamu jangan suudzon gitu dulu. Siapa tau itu bukan orangnya gimana?”
“Ya
dipikir aja lah zah, tiba-tiba setelah kamu sehat hadiah menghampirimu?”
“Tidak
mungkin salma. Ya dah lah saya mau pergi ke perpus dulu”
Dalam
perjalanan ke perpus, aku memikirkan perkataan salma yang menurutku ada
benarnya. Tapi kalau memang itu benar, tidak mungkin karna bau dari badannya
ada di kelas. Kemudian, aku dikagetkan
oleh sesesorang.
“Haura..
Boleh minta waktunya sebentar?”
“Bo..
Boleh. Maaf kamu siapa ya?”
“Sa… Saya
Axel”
“Axel??”
“Iya
Axel, teman satu kelas dan teman SMP mu dulu yang pindah saat kelulusan.”
“Aa.. Iya
saya baru ingat, mau bertanya apa?”
“Bo…
boleh pinjam buku catatan mu?”
“Catatan?
Saya kan jarang mencatat, axel. Yakin kamu bertanya itu?”
“Iya,
aduh maaf haura saya kira kamu mencatat.”
“Kamu
bohong, pasti ada yang lain. Dan aku mau
nanya sama kamu. Kenapa kamu mengawasi aku setiap hari?”
“A.. aku
tidak mengawasimu. Benar kok haura aku mau pinjam buku catatan”
“Axel
jangan bohong, aku tidak marah kalau kamu berkata jujur.”
“Iya aku
bohong. Saat aku kembali ke Indonesia, aku tak menduga bahwa kita satu kampus
dan satu kelas. Pertama aku biasa saja, namun setelah kamu mengalami kecelakaan
itu. Aku mulai merasa suka sama kamu, kamu mau jadi pacarku”
“Maaf
axel, aku tidak menerimamu jadi pacarku”
“Kenapa?
Ada manusia yang mencintaimu didunia ini?
“Iya
yaitu suamiku kelak dan aku juga mencintai Rasulullah SAW. Karna ketika
membayangkan Rasulullah saya merasa mempunyai orang tua yang selalu
menyayangiku seperti Rasulullah menyayangi orang tuanya. Merasa memiliki
keluarga yang sangat ku cintai seperti Rasulullah mencintai keluarganya.Namun
terkadang merasa gelap, gelisah bila aku tak menyangi dan menjauhi Rasulullah
SAW. Dan dalam agama Islam melarang umat muslim dalam berpacaran”
Kemudian
suasana jadi sepi, pria itu terdiam.
“Haura
bila suatu saat nanti aku masuk islam, mau kah engkau jadi pendamping ku
kelak?”
“Insya
Allah, Axel. Bila memang kita berjodoh, kita akan bertemu kembali dalam keadaan
yang sah menjadi milikmu
”
Assalamualaikum kekasih hati..
Assalamualaikum pendamping diri..
Tak pernah ku bayangkan,
kau tawarkan genggaman mengobati luka di jiwa.
Assalamualaikum pendamping diri..
Tak pernah ku bayangkan,
kau tawarkan genggaman mengobati luka di jiwa.
Assalamualaikum cinta sejati..
Assalamualaikum penghias mimpi..
Dari negeri yang jauh, menelusuri waktu.
Kau datang penuhi takdirku.
Assalamualaikum penghias mimpi..
Dari negeri yang jauh, menelusuri waktu.
Kau datang penuhi takdirku.
Kasih.. tak pernah menyerah..
Walau.. ujian datang menyapa.
Cinta.. yang dulu timbulkan luka.
Kini purna berganti cahaya.
Walau.. ujian datang menyapa.
Cinta.. yang dulu timbulkan luka.
Kini purna berganti cahaya.
Assalamualaikum cinta sejati..
Assalamualaikum kekasih hati..
Dari negeri yang jauh, menelusuri waktu.
Kau datang penuhi takdirku.
Assalamualaikum kekasih hati..
Dari negeri yang jauh, menelusuri waktu.
Kau datang penuhi takdirku.
Kasih tak pernah menyerah..
Walau ujian datang menyapa.
Cinta.. yang dulu timbulkan luka.
Kini purna berganti cahaya.
Walau ujian datang menyapa.
Cinta.. yang dulu timbulkan luka.
Kini purna berganti cahaya.
Kasih tak pernah menyerah..
Walau ujian datang menyapa..
Cinta yang dulu timbulkan luka,
kini purna berganti cahaya..
Walau ujian datang menyapa..
Cinta yang dulu timbulkan luka,
kini purna berganti cahaya..
Assalamualaikum beijing..
Posting Komentar
Silahkan menyapa, jika ada salah kata maka komentarlah
Karena sangat bermanfaat bagiku untuk memperbaiki
Saya ucapkan terima kasih :D