Siapa
yang tidak mau menjadi penghuni Surga? Pastinya ingin sekali menjadi salah satu
penghuni Surga dan bertetangga dengan saudara dan keluarga yang dicintainya. Namun
apa sih salah satu amalan yang dapat memasukkan ke dalam penghuni Surga? Salah satunya
menjadi penghafal Al Qur’an, namun bukan sekedar menghafal saja. Melainkan dengan
mengamalkan apa yang tertulis dalam al Qur’an.
“Sebaik-baik
Kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengamalkannya.” HR.Bukhari
Dan
Allah Ta’ala telah memuliakan Ahlul Qur’an baik ia membacanya, menghafalkannya,
maupun mengamalkannya dengan begitu istimewa yang dapat diambil untuk Dunia dan
Akhirat.
Selain itu,
Al Qur’an dapat menolongmu di Akhirat ketika rajin membacanya. Dari Abu Umamah
al-Bahili radhiyallahu ‘anhu,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ
الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ
Rajinlah membaca al-Quran, karena dia akan menjadi syafaat bagi
penghafalnya di hari kiamat. (HR. Muslim 1910).
Apa yang
membuat seseorang Ahlul Qur’an menjadi Hafidz/ah? Bukan dari orangnya, namun dari Al Qur’an.
Karena, al Qur'an adalah mukjizat dan kitab suci sebagai pedoman bagi umat
islam. Pasti al Qur'an itu mudah dipelajari, untuk orang non sekolah maupun
sekolah. Berkehidupan normal, maupun berkebutuhan khusus.
Contoh orang buta. Yang buta itu matanya bukan
hatinya. Bukan hanya orang buta saja, ada yang lumpuh otaknya, tangannya, tapi
dia dapat menghafal Qur'an. Dia difonis lumpuh otaknya. Namun, Orangtuanya
ikhlas dan sabar menghadapi anaknya yang lumpuh otaknya. Setiap hari ia membaca
Al Qur’an di sebelahnya. Hingga setelah 4/5 tahun, anak tersebut mulai berbicara.
Yang dibicarakan adalah ayat al Qur'an dan dia menjadi Penghafal Qur’an.
Ada yang masih ingat
dengan Ahmad dan Kamil? Seorang anak yang juara 1 dan 3 acara Hafidz di salah satu
stasiun TV. Jika masih mengenalnya, mengapa anak tersebut ingin menjadi
penghafal Al Qur’an? Alasan yang pertama kali adalah karena ingin bertemu ayah
tercintanya. Merinding nggak sih? Yang sudah remaja bahkan dewasa saja masih
ada yang belum bisa membaca Al Qur’an, ini ada anak Yatim bisa menghafal dan
suaranya begitu indah ketika di dengar.
Dan apalagi yang dapat
menjadi penghafal Al Qur’an? Yaitu bangun di sepertiga malam. Kemudian shalat
Tahajud dan Witir. Karena, di waktu inilah Allah Ta’ala mendengarkan do’a,
keluhan, dan cerita yang Kita punya. Jika berpikiran,”Apa do’a Kita akan
langsung dikabulkan?.” Jawabannya tidak. Karena, tidak semudah itu Allah Ta’ala
mengabulkan do’a Kita. Sama seperti mie instan, ia perlu direbus dan diaduk
terlebih dahulu.
Kemudian, langkah
selanjutnya adalah menyingkirkan musuh. Musuh yang dimaksud adalah handphone,
ia adalah benda kecil zaman sekarang yang dapat merubah dalam sekejap. Kenapa bisa
demikian? Coba pikirkan sehari-hari, apakah bisa menghindar dari benda
tersebut? Sedetik pun akan langsung kembali dalam pelukan Handphone.
Langkah terakhir adalah
Muroja’ah (mengulang-ulang hafalan). Seorang hafalan tidak mungkin bisa lepas
dari Muroja’ah, kenapa? Jika ia sibuk menghafal, tanpa mengulang bacaan
tersebut. Pasti ada yang lupa dan hancur hafalannya. Maka sempatkan muroja’ah
sehari dalam seminggu, ia akan membantu menlancarkan hafalan.
Kenapa ya di usia yang
sudah remaja dan dewasa belum bisa menghafal hafal al Qur'an? Ketika menghafal
sekali, kemudian lupa dan akhirnya ingin menyerah. Itu adalah godaan syaitan,
karena syaitan tak ingin dekat dengan Al Qur’an. Maka dari itu tetaplah
membaca, karena sulit menghafal itu ujian pertama bagi penghafal al Qur’an.
Dan yang dibaca adalah
al Qur'an, jadi jika belum hafal ulang lagi. Itu berarti Allah masih sayang
dengan Kita. Karena membaca satu huruf = sepuluh kebaikan
Sekian, cerita ini berasal dari kajian Akbar yang adalah terdapat Ahmad dan Kamil. Semoga bermanfaat


Pasti bisaa.. Bismillah
BalasHapusBismillah.. yg penting fokus..
BalasHapus