2

Siapa yang tidak mau menjadi penghuni Surga? Pastinya ingin sekali menjadi salah satu penghuni Surga dan bertetangga dengan saudara dan keluarga yang dicintainya. Namun apa sih salah satu amalan yang dapat memasukkan ke dalam penghuni Surga? Salah satunya menjadi penghafal Al Qur’an, namun bukan sekedar menghafal saja. Melainkan dengan mengamalkan apa yang tertulis dalam al Qur’an.



Sebaik-baik Kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengamalkannya.HR.Bukhari

Dan Allah Ta’ala telah memuliakan Ahlul Qur’an baik ia membacanya, menghafalkannya, maupun mengamalkannya dengan begitu istimewa yang dapat diambil untuk Dunia dan Akhirat.

Selain itu, Al Qur’an dapat menolongmu di Akhirat ketika rajin membacanya. Dari Abu Umamah al-Bahilradhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ
Rajinlah membaca al-Quran, karena dia akan menjadi syafaat bagi penghafalnya di hari kiamat. (HR. Muslim 1910).
Apa yang membuat seseorang Ahlul Qur’an menjadi Hafidz/ah? Bukan dari orangnya, namun dari Al Qur’an. Karena, al Qur'an adalah mukjizat dan kitab suci sebagai pedoman bagi umat islam. Pasti al Qur'an itu mudah dipelajari, untuk orang non sekolah maupun sekolah. Berkehidupan normal, maupun berkebutuhan khusus.

Contoh orang buta. Yang buta itu matanya bukan hatinya. Bukan hanya orang buta saja, ada yang lumpuh otaknya, tangannya, tapi dia dapat menghafal Qur'an. Dia difonis lumpuh otaknya. Namun, Orangtuanya ikhlas dan sabar menghadapi anaknya yang lumpuh otaknya. Setiap hari ia membaca Al Qur’an di sebelahnya. Hingga setelah 4/5 tahun, anak tersebut mulai berbicara. Yang dibicarakan adalah ayat al Qur'an dan dia menjadi Penghafal Qur’an.

Ada yang masih ingat dengan Ahmad dan Kamil? Seorang anak yang juara 1 dan 3 acara Hafidz di salah satu stasiun TV. Jika masih mengenalnya, mengapa anak tersebut ingin menjadi penghafal Al Qur’an? Alasan yang pertama kali adalah karena ingin bertemu ayah tercintanya. Merinding nggak sih? Yang sudah remaja bahkan dewasa saja masih ada yang belum bisa membaca Al Qur’an, ini ada anak Yatim bisa menghafal dan suaranya begitu indah ketika di dengar.

Dan apalagi yang dapat menjadi penghafal Al Qur’an? Yaitu bangun di sepertiga malam. Kemudian shalat Tahajud dan Witir. Karena, di waktu inilah Allah Ta’ala mendengarkan do’a, keluhan, dan cerita yang Kita punya. Jika berpikiran,”Apa do’a Kita akan langsung dikabulkan?.” Jawabannya tidak. Karena, tidak semudah itu Allah Ta’ala mengabulkan do’a Kita. Sama seperti mie instan, ia perlu direbus dan diaduk terlebih dahulu.

Kemudian, langkah selanjutnya adalah menyingkirkan musuh. Musuh yang dimaksud adalah handphone, ia adalah benda kecil zaman sekarang yang dapat merubah dalam sekejap. Kenapa bisa demikian? Coba pikirkan sehari-hari, apakah bisa menghindar dari benda tersebut? Sedetik pun akan langsung kembali dalam pelukan Handphone.

Langkah terakhir adalah Muroja’ah (mengulang-ulang hafalan). Seorang hafalan tidak mungkin bisa lepas dari Muroja’ah, kenapa? Jika ia sibuk menghafal, tanpa mengulang bacaan tersebut. Pasti ada yang lupa dan hancur hafalannya. Maka sempatkan muroja’ah sehari dalam seminggu, ia akan membantu menlancarkan hafalan.

Kenapa ya di usia yang sudah remaja dan dewasa belum bisa menghafal hafal al Qur'an? Ketika menghafal sekali, kemudian lupa dan akhirnya ingin menyerah. Itu adalah godaan syaitan, karena syaitan tak ingin dekat dengan Al Qur’an. Maka dari itu tetaplah membaca, karena sulit menghafal itu ujian pertama bagi penghafal al Qur’an.

Dan yang dibaca adalah al Qur'an, jadi jika belum hafal ulang lagi. Itu berarti Allah masih sayang dengan Kita. Karena membaca satu huruf = sepuluh kebaikan

Sekian, cerita ini berasal dari kajian Akbar yang adalah terdapat Ahmad dan Kamil. Semoga bermanfaat

Posting Komentar

Silahkan menyapa, jika ada salah kata maka komentarlah
Karena sangat bermanfaat bagiku untuk memperbaiki
Saya ucapkan terima kasih :D

 
Top