5

MediaSosial Bagi Kehidupan Sehari-hari – Setelah mengenal Rasulullah dalam media sosial, begitu banyak sekali yang bisa diambil dari pesan tersebut. Sampai banyaknya, Kita malu yang selalu di tangan adalah handphone yang tak lepas dari media sosial.



Sehari-hari tak pernah luput dalam media sosial, bagaikan tangan kanan gorengan dan tangan kirinya cabai. Begitu nikmat ketika dimakan bersama, menyatukan perpaduan antara rasa gurih dan pedas. Bersatu dalam sebuah gorengan, tanpa berpikir dahulu apakah itu baik atau buruk. Yang terpikir adalah makanannya enak, dan tinggal masuk ke dalam mulut.

Padahal media sosial isinya begitu banyak, baik dari Facebook, Twitter atau instagram. Dari tiga miliar orang yang menggunakan media sosial, sekitar 40% populasi dunia menggunakan media sosial. Hingga menghabiskan rata-rata dua jam setiap hari. Entah itu untuk membagikan, menyukai, menulis, dan memperbarui perangkat media sosial. Berarti ada setengahnya adalah orang yang membagikan story setiap menit.

Begitu banyak orang yang menggunakan media sosial, hingga tak terasa berjam-jam menghabiskan waktu dihadapan benda gepeng. Namun, apakah Kita dapat mengorbankan kesehatan ataupun kesejahteraan jiwa yang Kita miliki? Apakah seseuai seperti pesan untuk pengguna media sosial? Aku pun tak tau mengapa media sosial begitu menggiurkan.


Semua postingan akan dipertanggung jawabkan, hanya Kita tak pernah sadar akan hal itu. 

Seperti orang yang selalu melampiaskan segalanya ke media sosial, mulai dari layanan masyarakat hingga politik. Namun sering kali memiliki kelemahan tersendiri, seperti unggahan yang menyerupai stress tak ada habisnya.  Padahal biasanya menggunakan media sosial untuk menghilangkan stress, ternyata memiliki tingkat lebih rendah untuk menggunakan media sosial.

Saat tidur, manusia lebih menghabiskan waktu malam mereka dalam keadaan gelap. Namun, saat ini di sekitar dikelilingi oleh cahaya buatan sepangjang siang bahkan malam hari. Dari cahaya buatan manusia, dapat menghambat hormon yang memudahkan tidur. Cahaya yang lainnya adalah cahaya biru yang dipancarkan oleh laptop dan telepon. Berarti jika berbaring sambil membuka media sosial, maka tidunya akan gelisah dan tak tenang.

Selain itu, media sosial seperti rokok. Jika terlalu menikmatinya, kemudian suruh hijrah menuju lebih baik, akan sulit karena sudah kecanduan dengan media sosial. Atau bagaikan seperti obat yang semakin diminum semakin haus akan obat. Maka jika sudah kecanduan media sosial maka akan mengalami gangguan mental yang mungkin membutuhkan media sosial.
Atau Kita sering menggunakan fitur mempercantik dan mengubah dari buruk menjadi lebih baik. Dengan sentuhan-sentuhan tangan mereka, hingga kepercayaan mereka bertambah ketika sudah merubahnya. Bahkan ada yang dapat menurunkan kepercayaan diri orang, karena membandingkan diri mereka dengan foto yang paling bahagia.

Apalagi dengan bertambahnya follower yang bertambah, akan menambah sikap iri pada orang tersebut. Karena terlalu memikirkan pengikut mereka, sedangkan di akhirat nanti akan dipertanggung jawabkan. Bukan sekedar ibadah yang kaleng-kaleng, meskipun ibadah masih kaleng-kaleng. Belum ada yang memikirkan akhirat nanti mengenai pengikut atau biasa dibilang follower. Akan dibawa kemana? Untuk apa teman mu? Dan mengapa ia harus follow kamu? Sedangkan semua ini hanyalah sementara.

Setiap bangun pagi, apa yang dipegang pertama kali? Apakah handphone untuk mengecek notifaksi atau langsung bangun menuju air wudhu? Karena itu semua akan menjadi kebiasaan setelah usia bertambah. Namun saat ini banyak sekali yang selalu menggoda untuk mengawali dengan kegiatan tak bermanfaat. Seperti menunda-nunda sholat, bermain game, berselancar di media sosial, dan yang lainnya

Tinggal saat ini mau untuk apa media sosialmu? Bermanfaat atau tidak itu semua pilihan, karena hidup adalah pilihan yang akan menentukan tujuan hidup seorang manusia. Mengapa tak digunakan untuk menghafal al Qur'an, yang semua orang pasti bisa menjadi penghafal Al Qur'an



Dibandingkan setiap harinya membuka media sosial yang tak habisnya, mengapa tak membuka lembaran-Ku? kapan terakhir membukaKu.

Posting Komentar

  1. Menyentuh kak tulisannya, nyadarin aku bat

    BalasHapus
  2. Masya Allah.. Sangat bermanfaat kak. Terima kasih banyak atas ilmunya. Cuma ada kata yg typo juga, mungkin bisa diperbaiki dgn mnggunakan pendeteksi kata. Salah satunya yaitu kata seseuai 😊🙏

    BalasHapus
  3. Tulisannya bagus dan masih ada typo kakin 😊

    BalasHapus
  4. Bagus kak.👍🌻 gambarnya mungkin bisa ditambah lagi kak.. 😊

    BalasHapus
  5. Buat Muhasabah diri. Keren kak.

    BalasHapus

Silahkan menyapa, jika ada salah kata maka komentarlah
Karena sangat bermanfaat bagiku untuk memperbaiki
Saya ucapkan terima kasih :D

 
Top