MediaSosial Bagi Kehidupan Sehari-hari – Setelah mengenal Rasulullah ﷺ dalam media sosial, begitu
banyak sekali yang bisa diambil dari pesan tersebut. Sampai banyaknya, Kita
malu yang selalu di tangan adalah handphone yang tak lepas dari media sosial.
Sehari-hari
tak pernah luput dalam media sosial, bagaikan tangan kanan gorengan dan tangan
kirinya cabai. Begitu nikmat ketika dimakan bersama, menyatukan perpaduan
antara rasa gurih dan pedas. Bersatu dalam sebuah gorengan, tanpa berpikir
dahulu apakah itu baik atau buruk. Yang terpikir adalah makanannya enak, dan
tinggal masuk ke dalam mulut.
Padahal
media sosial isinya begitu banyak, baik dari Facebook, Twitter atau instagram.
Dari tiga miliar orang yang menggunakan media sosial, sekitar 40% populasi dunia
menggunakan media sosial. Hingga menghabiskan rata-rata dua jam setiap hari.
Entah itu untuk membagikan, menyukai, menulis, dan memperbarui perangkat media
sosial. Berarti ada setengahnya adalah orang yang membagikan story setiap
menit.
Begitu
banyak orang yang menggunakan media sosial, hingga tak terasa berjam-jam
menghabiskan waktu dihadapan benda gepeng. Namun, apakah Kita dapat
mengorbankan kesehatan ataupun kesejahteraan jiwa yang Kita miliki? Apakah
seseuai seperti pesan untuk pengguna media sosial? Aku pun tak tau mengapa
media sosial begitu menggiurkan.
Semua postingan akan dipertanggung jawabkan, hanya Kita tak pernah sadar akan hal itu.
Seperti
orang yang selalu melampiaskan segalanya ke media sosial, mulai dari layanan
masyarakat hingga politik. Namun sering kali memiliki kelemahan tersendiri,
seperti unggahan yang menyerupai stress tak ada habisnya. Padahal biasanya menggunakan media sosial untuk
menghilangkan stress, ternyata memiliki tingkat lebih rendah untuk menggunakan
media sosial.
Saat
tidur, manusia lebih menghabiskan waktu malam mereka dalam keadaan gelap.
Namun, saat ini di sekitar dikelilingi oleh cahaya buatan sepangjang siang
bahkan malam hari. Dari cahaya buatan manusia, dapat menghambat hormon yang
memudahkan tidur. Cahaya yang lainnya adalah cahaya biru yang dipancarkan oleh
laptop dan telepon. Berarti jika berbaring sambil membuka media sosial, maka
tidunya akan gelisah dan tak tenang.
Selain
itu, media sosial seperti rokok. Jika terlalu menikmatinya, kemudian suruh
hijrah menuju lebih baik, akan sulit karena sudah kecanduan dengan media
sosial. Atau bagaikan seperti obat yang semakin diminum semakin haus akan obat.
Maka jika sudah kecanduan media sosial maka akan mengalami gangguan mental yang
mungkin membutuhkan media sosial.
Atau
Kita sering menggunakan fitur mempercantik dan mengubah dari buruk menjadi
lebih baik. Dengan sentuhan-sentuhan tangan mereka, hingga kepercayaan mereka
bertambah ketika sudah merubahnya. Bahkan ada yang dapat menurunkan kepercayaan
diri orang, karena membandingkan diri mereka dengan foto yang paling bahagia.
Apalagi
dengan bertambahnya follower yang bertambah, akan menambah sikap iri pada orang
tersebut. Karena terlalu memikirkan pengikut mereka, sedangkan di akhirat nanti
akan dipertanggung jawabkan. Bukan sekedar ibadah yang kaleng-kaleng, meskipun
ibadah masih kaleng-kaleng. Belum ada yang memikirkan akhirat nanti mengenai
pengikut atau biasa dibilang follower. Akan dibawa kemana? Untuk apa teman mu?
Dan mengapa ia harus follow kamu? Sedangkan semua ini hanyalah sementara.
Setiap bangun
pagi, apa yang dipegang pertama kali? Apakah handphone untuk mengecek notifaksi
atau langsung bangun menuju air wudhu? Karena itu semua akan menjadi kebiasaan
setelah usia bertambah. Namun saat ini banyak sekali yang selalu menggoda untuk
mengawali dengan kegiatan tak bermanfaat. Seperti menunda-nunda sholat, bermain
game, berselancar di media sosial, dan yang lainnya
Tinggal
saat ini mau untuk apa media sosialmu? Bermanfaat atau tidak itu semua pilihan,
karena hidup adalah pilihan yang akan menentukan tujuan hidup seorang manusia. Mengapa tak digunakan untuk menghafal al Qur'an, yang semua orang pasti bisa menjadi penghafal Al Qur'an


Menyentuh kak tulisannya, nyadarin aku bat
BalasHapusMasya Allah.. Sangat bermanfaat kak. Terima kasih banyak atas ilmunya. Cuma ada kata yg typo juga, mungkin bisa diperbaiki dgn mnggunakan pendeteksi kata. Salah satunya yaitu kata seseuai 😊🙏
BalasHapusTulisannya bagus dan masih ada typo kakin 😊
BalasHapusBagus kak.👍🌻 gambarnya mungkin bisa ditambah lagi kak.. 😊
BalasHapusBuat Muhasabah diri. Keren kak.
BalasHapus